Mencermati Kosmetik Ilegal & Berbahaya

Beberapa hari yang lalu saya baru saja menonton tayangan investigasi tentang kosmetik ilegal dan berbahaya. Berita ini sebenarnya sudah lama yang seringkali ditayangkan dan setiap kali menonton tayangan dengan tema serupa yang dibahas pun isinya sama saja. Media pemberitaan masih membahas tentang mercury dan kosmetik oplosan, lalu kosmetik impor yang dianggap ilegal dan makin maraknya berbagai merk kosmetik yang dianggap ilegal dan dipermasalahkan ini itunya.
Melihat semua itu saya jadi geli sendiri karena kenyataannya konsumen kosmetik di indonesia banyak kok yang sudah sangat cerdas menilai dan memilih produk kosmetik. Banyak konsumen yang sudah sadar mencari manfaat dari sebuah perawatan bukan sekedar termakan oleh janji-janji produk semata. Jadi antara cara berpikir konsumen dengan cara pandang para petugas penertiban produk di negeri ini sudah beda.
Para petugas penertib produk berpedoman semua produk yang terdaftar itu aman dan legal namun kenyataannya semua produk yang terdaftar banyak yang tidak sepenuhnya aman dan mampu benar-benar menyehatkan kulit. Jadi tidak heran kalau banyak konsumen yang semakin cerdas dalam mencari produk yang kualitas, jaminan keamanan produk serta manfaatnya lebih baik bagi kesehatan kulit mereka, sekalipun itu produk dari luar negeri, berharga lebih mahal dan dianggap ilegal karena katanya tidak terdaftar.
Saya melihat ada ketimpangan standarisasi serta sistem pengawasan produk di negara kita dengan perkembangan teknologi dermatologi di berbagai negara maju di dunia.
Tidak usah jauh-jauh deh, di Asia saja. Negara seperti Jepang & Korea Selatan merupakan negara dengan pengawasan produk kosmetik dan makanan yang sangat ketat. Memiliki standarisasi tinggi dengan pengawasan para ahli dermatology. Semua produk kosmetik yang beredar di Korea Selatan jelas teruji klinis dan telah melewati riset para ahli.
Sebagai contoh nyata, Korea Selatan & Jepang sudah menerapkan standarisasi produk 7 Cut System dengan meniadakan 7 bahan yang merugikan kulit seperti Paraben, Benzopenon, talc, fragrance, color pigment, mineral oil, yang rata-rata di negara kita bahan-bahan itu masih suka lolos dari pengawasan, terkandang dalam produk legal yang terdaftar, jadi saya sendiri tidak sepenuhnya percaya produk legal yang terdaftar di negara kita sepenuhnya aman.
Banyak produk legal yang terdaftar di negara kita saat ditelusuri data produknya sampai ke official website brandnya pun banyak yang tidak lengkap bahkan nihil. Yang tercantum biasanya janji-janji manis seperti promosi yang ada di tv. Data seperti diskripsi produk, ingredient, benefit produk, cara pemakaian pun jarang bisa ditemukan dari produk lokal.
Berbeda sekali dengan brand-brand korea yang mengedepankan transparansi, semua data produknya dibuka terang benderang sebagai bagian dari pembelajaran konsumen dalam memilih produk berkualitas.
Kalo di negara kita masih ramai membicarakan kosmetik dari segi legal/ ilegal, berbahaya dan terdaftar tidaknya, sekalipun yang sudah terdaftar juga masih banyak yang berbahan kimia. Di korea orang sudah mempertimbangkan kosmetik dari segi Chemical & Herb Non-Chemical, Benefit Products for Healt dan kualitas produk yang tinggi. Ini menunjukan betapa cara berpikir di sini masih jauh ketinggalan dibanding di negara lain sementara di era keterbukaan kini produk bagus dari negara mana saja bisa masuk dan beredar di negara kita dan bukan salah konsumen juga kalo memilih produk yang kualitas serta manfaatnya lebih baik.
Bicara soal legal & ilegal ini bener-bener bikin saya gemes. Karena sekarang perdagangan sudah dapat dilakukan dengan sangat mudah lintas megara dan benua apa ya masih relevan melebeli produk yang dijual secara online sebagai produk ilegal dan produk yang di jual di toko, di mall, di supermarket sebagai produk legal.
Perlu deketahui, bagi yang sudah sering berbelanja online sampe lintas negara pastinya juga sudah tahu soal ini. Banyak retail kosmetik online lokal maupun bertaraf global seperti di eBay atau Amazon yang menjual produk-produk asli dan legal, dijual langsung dari perusahaan produsennya ke perusahaan retail-retail online tersebut. Proses pembeliannya pun legal, sebagai pembeli kita kena bayar pajak pembelian, bayar biaya Shiping, prosesnya juga lewat bea & cukai, dikirimnya oleh perusahaan expedisi yang legal. Masalah terdaftar atau tidak terdaftarnya saya yakin banyak yang sudah terdaftar, buktinya banyak brand kosmetik asing termasuk brand korea yang sudah punya gerai resmi di mall-mall di Indonesia.
 
"Menurut saya yang perlu diwaspadai dalam membeli kosmetik adalah produk & toko penjualnya."
Banyak banget kosmetik abal-abal dengan merk tidak jelas di jual secara online. Lebih baik beli produk dari brand-brand yang reputasinya jelas, data produknya lengkap, nama perusahaan produsennya jelas dan sudah banyak di review pengguna dari berbagai belahan negara.
Lalu belinya juga di penjual yang terpercaya. Cari online shop yang reputasi serta track recordnya baik, costumer carenya informative, penyajian keterangan produknya lengkap minimal ada website atau blognya.
Bicara soal klinik kecantikan ini sebenarnya yang paling mengerikan dampaknya di kulit kita dibandingkan kita salah beli produk asli di online shop. Sebagai konsumen skincare, pemerhati perawatan kulit yang kebetulan juga sering dimintai saran perawatan kulit apa yang sesuai, saya sering sekali mendapat curhatan costumer yang bermasalah kulitnya setelah perawatan di klinik kecantikan ternama. Saya pun juga pernah menjadi korban klinik kecantikan, bukan kulit cantik yang saya dapat malah masalah kulit berkepanjangan. Biasanya klinik-klinik kecantikan semacam ini akan menawarkan perawatan facial satu ke facial yang lain, menyarankan penggunaan paket cream satu ke pake lainnya, mengharuskan kita mengambil perawatan yang seharusnya tidak perlu seperti chemical peeling tapi tidak ada solusi yang menyehatkan kulit kita sampai akirnya kita kecewa, dompet pun kering tanpa hasil.
Ya itu memang cara klinik-klinik kecantikan mengkomersialisasi perawatan kulit. Costumer disuruh memakai cream curah berbahan kimia yang kita tidak pernah tahu ingredient-nya apa, lalu disuruh perawatan dengan chemical peeling dengan kata lain di klinik kecantikan, kita menanam racun di kulit kita jadi tidak mengherankan bila bukan kulit cantik yang sehat yang kita dapat.
Tags :pengetahuan umum
Ditulis Oleh :CreatedBeauty
Share artikel ini Suka?

Notice: Undefined index: likedinfo in /home/u5681609/public_html/informations.php on line 165
: rafhael.reine@gmail.comKirimkan email mu kesini
: 0812 8746 2686 (WhatsApp)WhatsApp only
: fb.com/createdbeautyshopFollow kami di Facebook